Desa Kalimantong
Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat
Cegah Stunting Sejak Dini, Pemdes Kalimantong Perkuat Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Pasca Persalinan
Rungan Kalimantong – Hari ini (Red) Pemerintah Desa Kalimantong, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, terus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak dini melalui kegiatan Pembinaan Kesehatan Mental Ibu Hamil dan Ibu Pasca Persalinan yang digelar di Aula Kantor Desa Kalimantong, tahun anggaran 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Irwan Rosadi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Founder One Psychology, sebagai narasumber utama. Pembinaan tersebut diikuti oleh ibu hamil, ibu pasca persalinan, kader kesehatan, serta unsur pendamping desa sebagai bagian dari strategi membangun keluarga sehat dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kalimantong, Ayubar, S.I.P, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesehatan mental ibu.
“Ibu yang sehat secara mental akan lebih siap menjalani kehamilan, memberikan ASI secara optimal, dan menerapkan pola asuh yang baik. Ini adalah fondasi utama dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi Kalimantong yang unggul,” ujar Kepala Desa.
Sementara itu, Irwan Rosadi dalam materinya menjelaskan bahwa masa kehamilan hingga pasca persalinan merupakan fase rentan terhadap stres dan gangguan psikologis. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memengaruhi pola makan ibu, keberhasilan menyusui, serta kualitas interaksi ibu dan anak, yang berdampak pada tumbuh kembang balita.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini gangguan kesehatan mental, pengelolaan emosi, serta dukungan keluarga, khususnya peran suami, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu dan mencegah stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Sriana, A.Md.Keb Bidan Desa Kalimantong turut menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai pendukung layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
“Kami sering menemui ibu hamil dan ibu nifas yang mengalami kecemasan, kelelahan mental, bahkan depresi ringan. Melalui pembinaan ini, ibu-ibu menjadi lebih terbuka dan paham bahwa kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ASI, perawatan bayi, dan pencegahan stunting,” jelasnya.
Hal senada disampaikan salah satu kader kesehatan desa, yang menilai kegiatan ini sangat membantu kader dalam melakukan pendampingan di lapangan.
“Dengan pemahaman yang kami dapatkan hari ini, kader bisa lebih peka melihat tanda-tanda gangguan mental pada ibu dan segera melakukan pendampingan atau rujukan. Ini sangat penting agar masalah tidak berlarut dan berdampak pada anak,” ungkapnya.
Kegiatan pembinaan ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Kalimantong Tahun 2025, sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Pemerintah Desa Kalimantong berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(HK )



Wshd
24 Januari 2025 14:50:46
Semoga Desa Kalimantong menjadi Desa percontohan di Kab. Sumbawa Barat...